BAB 51.75 104.55 37.95 3.85 Standart Deviation 4.50416

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

A.   
Dekripsi Data Variabel

Setelah diadakan tes kekuatan
otot tungkai, panjang tungkai dan tes otot perut terhadap ketepatan shooting, maka diperoleh data yang
beraneka ragam, yang jelas terrsebut merupakan data yang masih mentah.
Data-data tersebut dicatat dan kemudian di masukkan pada tabel data yang telah
disediakan secara sistimatis, guna memperoleh data dan mempermudah pengelolahan
data yang selanjutnya diinterprestasikan untuk membuktikan hipotesis.

Dari hasil pengumpulan data
yang telah dilakukan dalam penelitian ini, diperoleh data yang berupa
angka-angka atau data yang kuantitatif yang masih perlu diolah. Dalam hal ini
penelitian data kasar dari masing-masing variabel.

Untuk
lebih lengkap akan disajikan data-data dipaparkan pada tabel 1 berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel
4.1

Diskripsi
Data Variabel Penelitian

 

No

Kode
Siswa

Kekuatan
Otot Tungkai
(X1)

Panjang
Tungkai
(X2)

Kekuatan
Otot Perut
(X3)

Shooting
(Y)

1

A1

47

107

33

4

2

A2

52

104

37

3

3

A3

54

102

42

3

4

A4

53

99

36

4

5

A5

58

95

26

3

6

A6

64

98

31

3

7

A7

55

107

37

5

8

A8

48

103

33

3

9

A9

49

112

42

4

10

A10

52

103

43

5

11

A11

56

105

37

4

12

A12

47

98

39

3

13

A13

48

109

42

4

14

A14

46

114

45

5

15

A15

51

103

32

4

16

A16

49

106

38

4

17

A17

47

97

36

3

18

A18

53

102

43

4

19

A19

57

112

41

4

20

A20

49

115

46

5

Total

1035

2091

759

77

Rata-rata

51.75

104.55

37.95

3.85

Standart
Deviation

4.50416

5.60781

5.05445

0.72629

Varians

20.2875

31.4475

25.5475

0.5275

Nilai
Maksimum

64

115

46

5

Nilai
Minimum

46

95

26

3

Sumber : Data Diolah 2017

1.     
Deskripsi Variabel Kekuatan Otot Tungkai

Dari hasil analisis diatas
dapat diketahui bahwa nilai total dari kekuatan otot tungkai adalah 1035,
dengan rata-rata 51.75, standart deviation sebesar 4.50416, dan varians sebesar
20.2875.

 

2.     
Deskripsi Variabel Panjang Tungkai

Dari hasil analisis diatas
dapat diketahui bahwa nilai total dari panjang tungkai adalah 2091, dengan
rata-rata 104.55, standart deviation sebesar 5.60781, dan varians sebesar 31.4475.

3.     
Deskripsi Variabel Kekuatan Otot Perut

Dari hasil analisis diatas
dapat diketahui bahwa nilai total dari kekuatan otot perut adalah 759, dengan
rata-rata 37.95, standart deviation sebesar 5.05445, dan varians sebesar 25.5475.

4.     
Deskripsi Variabel Shoting

Dari hasil analisis diatas dapat
diketahui bahwa nilai total dari shooting
adalah 77, dengan rata-rata 23.85, standart deviation sebesar 0.72629, dan
varians sebesar 0.5275.

 

B.    
Analisis Data

1.     
Uji Normalitas

Untuk melakukan analisis
data maka diperlukan uji analisis data terlebih dahulu yaitu uji normalitas
data. Karena yang digunakan untuk menguji analisis regresi korelasi sederhana
dan ganda. Hasil analisis regresi tersebut dapat dilakukan apabila data
tersebut memenuhi syarat yaitu data berdistribusi normal. Lihat pada tabel
berikut :

 

 

 

 

 

 

Tabel 4.2

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Kekuatan Otot Tungkai

Panjang Tungkai

Kekuatan otot perut

Shooting

N

20

20

20

20

Normal
Parametersa,b

Mean

51.75

104.55

37.95

3.85

Std.
Deviation

4.621

5.753

5.186

.745

Most
Extreme Differences

Absolute

.174

.106

.133

.230

Positive

.174

.106

.080

.223

Negative

-.107

-.102

-.133

-.230

Test
Statistic

.174

.106

.133

.230

Asymp.
Sig. (2-tailed)

.114c

.200c,d

.200c,d

.143c

Sumber : Dioah dari data SPSS 2017

 

Berdarkan teknik Uji Kolmogrov
Smirnov diatas dapat dilihat jika nilai signifikansi > 0,05 maka
variabel berdistribusi normal. Berdasarkan pada hasil analisis yang tercantum
pada tabel diatas diperoleh nilai Kolmogrof
Smirnov untuk kekuatan otot tungkai sebesar 0,114, variabel panjang tungkai
sebesar 0,200, variabel kekuatan otot perut sebesar 0,200 dan variabel shooting sebesar 0,143. Dari hasil
tersebut dapat diketahui bahwa data lebih besar dari 0,05 yang berarti data
tersebut berdistribusi normal.

2.     
Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan
menggunakan Scatterplot. Hasil pengujian heteroskedastisitas
sebagaimana juga pada gambar berikut :

 

Gambar 4.1

Hasil Uji
Heteroskedatisitas

Sumber : diolah dari
data primer, 2017

 

Hasil
pengujian heteroskodasitas
menunjukkan bahwa titik-titik tidak membentuk pola tertentu dan titik-titik
menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan
bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedatisitas,
sehingga layak untuk digunakan.

3.      Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk
menguji apakah model regresi ditemukan adanya hubungan yang kuat diantara
variabel independen. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas, yaitu dengan melihat besarnya nilai toleransi
value atau Variance Inflation Factor (VIF).
Apabila nilai VIF lebih kecil dari 0,10 atau lebih besar dari 10 maka terjadi
multikolinearitas dan juga sebaliknya ( Ghozali, 2011: 106). Nilai VIF dalam
penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :

 

 

 

 

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel

Nilai VIF

Keterangan

Kekatan
Otot Tungkai (X1)

1.191

Bebas Multikolinearitas

Panjang Tungkai (X2)

1.778

Bebas Multikolinearitas

Kekuatan Otot Perut (X3)

1.853

Bebas Multikolinearitas

Sumber
: diolah dari data primer, 2017

Dari tabel
diatas terlihat semua variabel bebas, memiliki nilai VIF lebih besar dari 0,10
dan lebih kecil dari 10, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi adanya penyimpangan asumsi klasik
multikoliniearitas antar variabel bebas atau independent  dalam model
regresi.

 

C.   
Pengujian
Hipotesis

1.      Uji Korelasi
Product Moment Pearson

Uji korelasi product moment pearson digunakan untuk mengetahui hubungan tiap-tiap variabel
bebas dengan variabel terikat . Berikut adalah hasil uji hipotesis atau  uji korelasi
produk moment pearson :

Tabel 4.4

          Hasil Analisis Korelasi
Product Moment Pearson

 

 

Shooting

r tabel

Kekuatan_Otot_Tungkai

Pearson
Correlation

.846

0,444

Sig.
(2-tailed)

.000

N

20

Panjang_Tungkai

Pearson
Correlation

.683

Sig.
(2-tailed)

.001

N

20

Kekuatan_Otot_Perut

Pearson
Correlation

.556

Sig.
(2-tailed)

.011

N

20

            Sumber : Data Diolah 2017

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa hasil uji hitung r hitung pada kekuatan otot tungkai,
panjang tungkai, dan kekuatan otot perut dengan shooting dalam permainan futsal > r
tabel, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot
tungkai sebesar 0,846, panjang tungkai sebesar 0,683, dan kekuatan otot perut
sebesar 0,556.

Untuk kekuatan otot tungkai
nilai r hitung = 0,846 > r table = 0,444 dan nilai signikansi 0,000 r table = 0,444 dan nilai signikansi 0,001 r table = 0,444 dan nilai signikansi 0,011 F tabel  = 3.098 atau nilai sig. = 0,011 r
table = 0,444 dan nilai signikansi 0,000 r table =
0,444 dan nilai signikansi 0,001 r
table = 0,444 dan nilai signikansi 0,001 F tabel  = 3.098 atau nilai sig. = 0,011

x

Hi!
I'm Shane!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out