Dokter to health care reform? Boelen, Dr Charles.

Dokter di Indonesia bisa dipandang sebagai profesi mulia. Dokter sering
menjadi pembatas antara hidup dan mati seorang pasien. Oleh karena itulah
pasien bahkan orang awam sekalipun menganggap dokter sebuah profesi mulia. Tapi
tidak selamanya dokter dipandang mulia, terkadang terdapat dokter yang tidak
amanah yang melakukan malapraktik. Pasien juga memiliki hak second opinion bila dia tidak percaya
dengan keputusan dokter. Lalu bagaimana agar para calon dokter dan dokter
menjaga agar setiap keadaan bisa menjaga diri. Terdapat profil dokter ideal
yang diciptakan WHO yaitu Five Star
Doctor (1) yang terdiri
dari:

·        
Care
provider

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

·        
Decision-maker

·        
Communicator

·        
Community
leader

·        
Manager

Tiap-tiap poin diciptakan oleh World Health Organization agar
menjadikan dokter masa depan yang baik. Bahkan di Indonesia poin-poin yang
sudah diciptakan ditambahkan oleh Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Sp.PD-KGEH, PhD,
FACG, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1996-1999 dan
1999-2004. Ide tersebut muncul ketika beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas
Kedokteran UI tahun 1996-1999. Beliau menuangkan ide tersebut dalam biografinya
yang berjudul “Meracik Dokter Bintang Tujuh, Mewujudkan Dokter Hari Esok
Indonesia” dan menambahkan Five Star Doctor
racikan WHO dengan berjiwa peneliti dan keimanan serta ketakwaan (2).

Beliau menambahkan 2 poin
tambahan tersebut karena cocok dengan suasana Indonesia yang religius sebagai
Negara dengan penganut agama Islam terbesar di dunia (3). Dokter yang
memiliki keimanan dan ketakwaan bisa didapatkan ketika akan melakukan sebelum
melakukan operasi pada pasien, dokter tersebut bisa melakukan shalat fardhu
terlebih dahulu atau dia bisa melakukan shalat jama’ takdim atau shalat jama’
takhir. Atau ketika dia membuka praktik pribadi di rumah, dia bisa
mengikhlaskan/menggratiskan biaya perawatan dari pasien.

Atau ketika Pemerintah Kota
Semarang menanggung biaya pengobatan kepada seluruh masyarakat Kota Semarang.
Masyarakat yang ingin mendapatkan akses ini tidak harus memiliki asuransi Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan tidak harus warga miskin, syaratnya
hanya perlu membawa Kartu Keluarga dan KTP Semarang dan bersedia mendapatkan
pelayanan tingkat pertama di Puskesmas Kota Semarang dan rumah sakit kelas tiga
(4).

 

1. THE FIVE-STAR
DOCTOR: An asset to health care reform? Boelen, Dr Charles.
Geneva : World Health Organization, 2009.

2. Meracik Dokter Bintang Tujuh. Indonesia, Humas
Universitas. Jakarta : Suara Pembaruan (Koran), 2009.

3. Purnamasari, Dinda. Tirto.id. www.tirto.id. Online 16
Agustus 2017. Dikutip: 30 Januari 2018.
www.tirto.id/benarkah-ri-negara-dengan-penduduk-muslim-terbesar-dunia-cuGD.

4. Mustholih. Metro TV. Metro TV News. Online
November 1, 2017. Cited: Januari 30, 2018. http://m.metrotvnews.com/jateng/peristiwa/zNA7jM3k-biaya-berobat-gratis-warga-semarang-geruduk-kantor-dinkes.

 

x

Hi!
I'm Shane!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out